Rabu, 19 Desember 2012

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi (SI) - atau lanskap aplikasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti sangat luas,istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK),tetapi juga untuk cara dimana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam memndukung proses bisnis.

      Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara Sistem Informasi, dan Komputer Sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.
Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem Kerja adalah suatu sistem dimana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan.Sistem Informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (manangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memenipulasi, dan menampilkan informasi).

Dengan demikian, Sistem Informasi antar-berhubungan dengan sistem data disatu sisi dan sistem aktivitas  disisi lain. Sistem Informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem dimana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem Informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem Informasi meruakan fokus utama dari studi untuk Disiplin Sitem.






Selasa, 18 Desember 2012

PERBEDAAN TINGKAT MANAJER


PERBEDAAN TINGKATAN MANAGER
Tingkatan manajemen dan manajer.
Dilihat dari tingakatan organisasi, manajemen dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:

1. Manajemen Puncak (Top Management)
Manajer bertaggung jawab atas pengaruh yang ditmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan mmerumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.

2. Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah harus memeiliki keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: Manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.

3. Manajemen Bawah/Lini (Low Management)
Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi.
Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian yaitu :
v  keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: Supervisor/pengawas produksi, mandor.
Berikut adalah skema manajemen berdasarkan tingkatanya:
Dilihart dari kegiatan yang dilakukan :
Ø  Manajer Fungsional, bertanggung jawab pada suatu kegiatan unit organisasi (produksi, pemasaran, keuangan, personalia, dll
Ø   Manajer Umum, bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.



Didalam melaksanakan tugas, setiap tingkatan manajer mempunyai Fungsi utama atau keahlian yang berbeda yaitu:

1. Keahlian Teknik (Technical Skill) yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengaerjakan dan menghasilkan sesuatu yang teriri atas pengarahan dengan motivasi, supervisi, dan kemunikasi .

2. Keahlian Manajerial (Managerial Skill) yaitu keahlian yang terkait dengan hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, dan pengawasan.
Keterampilan Manajer
Secara umum, terdapat emat keterampilan manajer pada masing-masing tingkat manajer:
Keterampilan konseptual
Ketrampilan atau kemampuan mental untuk mengkordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.

v  Keterampilan Kemanusiaan
Kemampuan untuk saling bekerja sana dengan memahami dan memotivasi orang lain.

v  Keterampilan Administrasi
Kemampuan yang ada hubungannya dengan fungsi manajemen yang dilakukan.

v  Keterampilan Teknik
Kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedur, dan metode dari suatu bidang tertentu.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

3. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:[5]

1. Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

2. Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
Pada pengertian tersebut dikatakan bahwa manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain.

Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:
1. ada tujuan yang hendak dicapai,
2. ada pemimpin (atasan),
3. ada yang dipimpin (bawahan),
4. ada kerja sama.


Khusus menyangkut masalah pemimpin (atasan) harus memiliki berbagai kemampuan ( skills). Kemampuan ( skills) yang dimaksud terdiri dari:

1. Managerial skills (entrepreneurial), yaitu kemampuan untuk mempergunakan kesempatan secara efektif serta kecakapan untuk memimpin usaha-usaha yang penting.

2. Techological skills, yaitu keahlian khusus yang bersifat ekonomis teknis yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ekonomis.

3. Organisational skills, yaitu kecerdasan untuk mengatur berbagai usaha.
Dalam kenyataannya tidak setiap pemimpin harus memiliki seluruh kemampuan dengan tingkat intensitas yang sama. Sebab pemimpin itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan. Sehingga kemampuan yang harus dimilikinya pun tentu berbeda.


Adapun tingkatan kepemimpinan atau manajemen terdiri dari:
1. Top Management (Manajemen Tingkat Atas)
2. Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah)
3. Lower Management (Manajemen Tingkat Rendah).


Jumlah manajemen pada setiap tingkatan tergantung pada besar kecilnya suatu organisasi atau instansi. Namun demikian, biasanya Top Management jumlahnya akan lebih sedikit dari pada Middle Management, dan Middle Management lebih sedikit daripada Lower Management.
Jadi semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin banyak memerlukan keterampilan administrasi/manajemen, tetapi keterampilan operasionalnya semakin rendah. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seseorang, maka keteramplian operasionalnya semakin tinggi, sedangkan keterampilan administrasinya/manajemennya makin rendah.
Dengan bahasa yang sederhana, sebetulnya ketiga jenis tingkatan manajemen tersebut bekerja pada waktu yang sama, tetapi jenis kegiatannya berbeda. Manajemen Tingkat Atas lebih banyak bekerja dengan pikiran, sedikit sekali bekerja secara fisik atau tenaga. Manajemen Tingkat Menengah, antara kerja pikir dengan kerja fisik boleh dikatakan seimbang. Sedangkan Manajemen Tingkat Bawah, bekerja dengan pikiran sedikit sekali, sementara dengan fisik atau tenaga amat besar/banyak.




Minggu, 09 Desember 2012

DATA DIVISION


DATA DIVISION

DATA DIVISION : merupakan divisi ke-3 di dalam COBOL yang memberikan penjelasan tentang input data dan output yang digunakan. Data perlu dijelaskan bagaimana disimpan, diorganisasikan, dan sifat dari data tersebut.
Isi dari divisi ini adalah semua keterangan tentang file, record, nama-data serta bentuk format yang akan digunakan dalam PROCEDURE DIVISION. Terdiri dari beberapa seksi, diantaranya yaitu FILE SECTION, WORKING-STORAGE SECTION, dan SCREEN SECTION.

1. FILE SECTION
Terdapat semua keterangan mengenai file-file yg dipakai dalam program, meliputi nama-file, cara perekaman, jumlah record per block, jumlah karakter per record, label serta nama dari record tersebut.
Bentuk umum:


DATA DIVISION.
FILE SECTION.
FD nama-file
            [BLOCK CONTAINS [ interger-1 TO ] interger-2 { CHARACTERS /RECORDS } ]
            [RECORD CONTAINS [ interger-3 TO ] interger-4 CHARACTERS ]

            LABEL {RECORD IS/RECORDS ARE} {STANDARD/OMITTED}
       [VALUE OF FILE-ID IS nama-file-di-label ]
       [DATA {RECORD IS/RECORDS ARE} nama-rec1 [ , nama-rec2] ]


Keterangan :
Judul FD diikuti oleh nama-file nya harus sama dengan yang disebutkan pada INPUT-OUTPUT SECTION dalam ENVIRONMENT DIVISION.

1.1 BLOCK CONTAINS clause
Menunjukkan ukuran record di dalam file untuk tiap-tiap blocknya. Clause ini biasanya digunakan untuk file yg berupa tape magnetik, sifatnya optional. Bila tidak ditulis maka dianggap setiap block berisi 1 record dan penulisannya harus benar.

1.2 RECORD CONTAINS clause
Menunjukkan banyaknya karakter untuk tiap-tiap record di dalam file. Clause ini boleh tidak ditulis karena nantinya juga termasuk dalam record description entry yang telah menunjukkan panjang dan bentuk dari masing-masing data item. Jika ditulis dapat berguna untuk memudahkan pengerjaan compile oleh komputer sehingga memperpendek waktu. Jika panjang record tetap, maka panjang record ini ditunjukkan oleh nilai dari int1.
Bentuk umum:

[; RECORD CONTAINS [interger-3 TO] interger-4 CHARACTERS]

Keterangan:
Bila panjang record tetap ditunjukkan oleh nilai dari interger-4. Bila variabel, maka nilai terkecil ditunjukkan oleh interger-3 dan terbesar oleh interger-4. Panjang record variabel biasa terdapat pada file yang diorganisasikan secara sequential.
1.3 LABEL RECORD atau LABEL RECORDS clause
Menunjukkan apakah file yang digunakan mempunyai label atau tidak.
Bentuk umum :

; LABEL RECORD IS STANDARD
                     RECORDS ARE OMITTED

·         OMITTED digunakan untuk card-file atau print-file yang tidak mempunyai label.
·         STANDARD digunakan untuk disk-file yg mempunyai label.
       Clause ini harus ditulis jika FILE SECTION ada.

1.4 VALUE OF FILE-ID clause
Menunjukkan informasi mengenai file yg mempunyai label di disk. Label di disk ini berupa suatu nama-file yang berisi data yang direkam di dalam disk tersebut. Jadi, jika suatu file berada di disk, harus disebutkan LABEL RECORD IS STANDARD dan VALUE OF FILE-ID diikuti oleh nama-file nya.
Bentuk umum:
[; VALUE OF FILE-ID IS nama-file dilabel]

Keterangan:
Nama-file dapat ditulis di antara tanda petik tunggal atau dua. Nama-file ini berbeda dengan yang ada di judul FD dan SELECT clause. Syarat nama-file di label pada MS-COBOL dapat dilihat pada buku manual DOS komputer.

1.5 DATA RECORD atau DATA RECORDS clause
 Menunjukkan nama-record di dalam file, sifatnya optional karena hanya sebagai dokumentasi saja dan sudah ditunjukkan pada record description-entry.
Bentuk umum:
[; DATA RECORD IS nama-record-1 [, nama-record-2] ]
        RECORDS ARE

2. WORKING-STORAGE SECTION
Section ini digunakan untuk pemesanan tempat di internal memori (STORAGE) yang diperlukan oleh pekerjaan (WORKING) pada proses program.
Pemesanan tempat ini biasanya digunakan untuk :
1. Bentuk, nilai dan nama data yang diperlukan di dalam proses yang belum disebutkan pada FILE-SECTION.
2. Persiapan penulisan judul. Format judul dipersiapkan terlebih dahulu pada WORKING-STORAGE SECTION yang nantinya jika akan dicetak atau ditampilkan pada PROCEDURE DIVISION menggunakan perintah WRITE atau DISPLAY.
3. Pemesanan tempat untuk data output yang akan ditampilkan.

Secara garis besar, section ini mengandung 2 golongan data, yaitu data item individu dan group data item (membentuk suatu record).

 Bentuk umum :
WORKING-STORAGE SECTION.
[77-level data description entry]
[record description]

Keterangan :
Data item individu disebut juga noncontigous elementary items atau stand-alone items, ditunjukkan oleh level number 77 (hanya ada pada WORKING-STORAGE SECTION), penulisan mulai dari Area A. Sedangkan group data item (yang membentuk suatu record) diawali oleh level number 01.
Contoh: 

WORKING-STORAGE SECTION.
77 TOTAL PIC 9(5) VALUE 0.
77 GAJI-KYW PIC 9(7).
77 NMR-HLM PIC 999 VALUE ZERO.
77 GARIS PIC X(80) VALUE ALL ‘_‘.

Keterangan:
·         Terlihat bahwa ada pemesanan tempat di memori (STORAGE) untuk data item individu. Data pertama yang dipesan TOTAL bentuknya numerik (ditunjukkan oleh karakter PICTUREnya) sepanjang 5 digit yang nilai awalnya dibuat nol, oleh VALUE clause.
·         Nomor 77 adalah level number untuk data-description data item individu (harus nomor 77).
·         Pemesanan kedua untuk nama-data GAJI-KYW, juga numerik sepanjang 7 digit tanpa nilai awal.
·         Pemesanan ketiga untuk nama-data NMR-HLM, juga numerik sepanjang 3 digit bernilai awal nol (ZERO berarti sama dengan nol, figurative constant).
·         Pemesanan keempat untuk nama-data GARIS, berbentuk alphanumerik bernilai karakter ‘_’ sebanyak 80 karakter yang juga figurative contant.
·         Level 77 ditulis di area A, yang memberitahukan komputer bawa data item individu dipesankan tempat pada storage. Level ini hanya untuk WORKING-STORAGE SECTION.
·         Nama dari data item dibuat sendiri oleh programmer.
·         Ukuran dan bentuk nilai data ditunjukkan oleh PICTURE clause atau PIC clause.

3. SCREEN SECTION
Section ini berguna untuk menunjukkan bentuk format dari layar terminal untuk menampilkan atau memasukkan data. Data item yand digunakan bisa berupa group data item atau data item individu dengan level number 01 sampai dengan 49 yang sudah disebutkan pada FILE SECTION atau pada WORKING-STORAGE SECTION.
Bentuk umum :

SCREEN SECTION.
Level-number [nama-layar]
[ BLANK SCREEN]
[ LINE NUMBER IS [PLUS] integer-1]
[ COLUMN NUMBER IS [PLUS] integer-2]
[ BLANK LINE]
[ BELL]
[ { UNDERLINE / REVERSE VIDEO / HIGHLIGHT / BLINK }]
[ VALUE IS literal-1]
[ {PICTURE / PIC }is karakter-string [{FROM/USING} {literal-2/nama-data-1}] TO nama-data-2]
[ BLANK WHEN ZERO]
[ AUTO]
[ SECURE]
[ REQUIRED]
[ FULL]

Keterangan :
SCREEN SECTION berhubungan dengan perintah DISPLAY dan ACCEPT dalam PROCEDURE DIVISION. DISPLAY untuk menampilkan format yang telah dibentuk di SCREEN SECTION pada layar terminal, sedangkan ACCEPT untuk memasukkan nilai data-item pada layar terminal.

3.1 BLANK SCREEN clause
Digunakan untuk menghapus semua teks pada layar dan menempatkan cursor pada posisi kiri atas (baris1, kolom1).
 Contoh :


IDENTIFICATION DIVISION.
PROGRAM – ID. PROGR.
AUTHOR. KELOMPOK6.
ENVIRONMENT DIVISION.
DATA DIVISION
SCREEN SECTION.
01 HAPUS-LAYAR.
02 BLANK SCREEN.
PROCEDURE DIVISION.
MEMBERSIHKAN-LAYAR.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
STOP RUN.

3.2 LINE NUMBER PLUS int1
Digunakan untuk menempatkan cursor pada posisi baris tertentu di layar.
Contoh :

02 LINE NUMBER 7 VALUE ‘INI DI BARIS 7’.
02 LINE PLUS 1 VALUE ‘INI DI BARIS 8’.
Keterangan:
Jika tidak disebutkan posisi barisnya, maka LINE PLUS 1 akan ditampilkan bergeser 1 dari baris sebelumnya dan jika ingin bergeser sebanyak 3 baris maka ditulis LINE PLUS 3.

3.3 COLUMN NUMBER PLUS int2
Digunakan untuk menempatkan cursor pd posisi kolom tertentu di layar.
Contoh:

02 BLANK SCREEN
02 COLUMN 15 VALUE ‘KELAS 2KA27’
02 COLUMN PLUS 2 VALUE ‘SISTEM INFORMASI SALEMBA’
Keterangan:
Maka mulai pada kolom 15 akan ditampilkan literal ‘KELAS 2KA27’ dan mulai dari kolom 28 (15+11+2) pada baris yang sama ditampilkan literal ‘SISTEM INFORMASI SALEMBA’.

3.4 BLANK LINE clause
Digunakan untuk menghapus tampilan pada baris tertentu di layar.
Contoh:
02 LINE 15 BLANK LINE.
Keterangan:
Baris 15 di layar akan dihapus

3.5 BELL clause
Digunakan untuk menimbulkan suara bel.
Contoh :
02 LINE 23 COLUMN 15 VALUE ‘SALAH PILIH!!’ BELL.
Keterangan:
Setelah menampilkan literal ‘SALAH PILIH!!’ pada baris 23 kolom 15 kemudian diikuti suara bel.

3.6 UNDERLINE, REVERSE-VIDEO,HIGHLIGHT dan BLINK clause
Digunakan untuk menampilkan dengan suatu efek tertentu pada tampilan.
·         UNDERLINE clause digunakan untuk memberi garis bawah pada tampilan.
·         REVERSE-VIDEO clause digunakan untuk membalik warna dari tampilannya, warna dasar menjadi warna tampilannya dan sebaliknya.
·         HIGHLIGHT clause digunakan untuk menampilkan tampilan dengan bentuk yang lebih terang.
·         BLINK clause digunakan untuk membuat kedap-kedip bentuk tampilan.

Contoh :

IDENTIFICATION DIVISION.
PROGRAM-ID. DATA-MAHASISWA.
AUTHOR. KELOMPOK6.
ENVIRONMENT DIVISION.
DATA DIVISION.
SCREEN DIVISION.
01 LAYAR-PILIHAN.
02 BLANK SCREEN.
02 LINE 1 COLUMN 20 VALUE ‘**PILIHAN TRANSAKSI**’ BLINK.

02 LINE 3 COLUMN 20 VALUE ‘1. Saldo’. HIGHLIGHT.
02 LINE 5 COLUMN 20 VALUE ‘2. History Transaksi’. HIGHLIGHT.
02 LINE 7 COLUMN 20 VALUE ‘3. Transfer. HIGHLIGHT.

02 LINE 9 COLUMN 20 VALUE ‘4. Pembayaran’. HIGHLIGHT.
02 LINE 11 COLUMN 20 VALUE ‘5. Selesai’. UNDERLINE.
02 LINE 14 COLUMN 20 VALUE ‘PILIH NOMOR (1 – 5) ?’ RESERVE-VIDEO.
PROCEDURE DIVISION.
MULAI.
DISPLAY LAYAR-PILIHAN.
STOP RUN.

Bila program dijalankan akan terdapat tampilan sebagai berikut :
Ø  PILIHAN TRANSAKSI 
1. Saldo
2. History Transaksi
3. Transfer
4. Pembayaran
5. SelPILIH NOMOR (1-5) ?
Kedap-kedip (blink)
Lebih terang (highlight)
Garis bawah (underline)
Warna dasar gelap (reserved-video)

3.7 BLANK WHEN ZERO clause
Digunakan untuk menampilkan spasi (blank) bila suatu data numeric mengandung nilai 0.
Contoh:
02 COLUMN 20 PIC 9(6) USING AWAL BLANK WHEN ZERO.
Keterangan:
Akan tampil karakter spasi (blank) karena adanya BLANKS WHEN ZERO clause.

3.8 AUTO, SECURE, REQUIRED dan FULL clause
Digunakan untuk memberikan efek tertentu pada awal memasukkan nilai suatu data.
·         AUTO clause digunakan untuk membuat pergeseran cursor secara otomatis ke field berikutnya, bila field data item sudah penuh terisi. Bila tidak menggunakan clause ini, kalau akan menggeser ke field berikutnya menggunakan ENTER.
              Contoh:
      05 COLUMN PLUS 1 PIC X(25) TO NAMA-MHS AUTO.

·         SECURE clause digunakan untuk membuat supaya suatu nilai data yang dimasukkan pada field data item tertentu tidak tampak di layar sewaktu diketik. Akan ditampilkan karakter ‘*’. Clause ini digunakan saat akan memasukka data yang sifatnya rahasia sehingga tidak akan terlihat pada layar.
       Contoh :
      05 COLUMN PLUS 1 PIC X(10) TO PASS-MHS SECURE.

·         REQUIRED clause digunakan kalau suatu field data-item harus diisi oleh suatu nilai, tidak boleh dilewati.
               Contoh :
      05 COLUMN PLUS 1 PIC X(20) TO PRODI-MHS REQUIRED

·         FULL clause digunakan untuk suatu field data item yang diisi dengan suatu data sampai penuh untuk tempat yang disediakan. Bila tidak diisi atau belum penuh maka tidak bisa berpindah ke field lain
               Contoh:
      05 COLUMN PLUS 1 PIC 9(8) TO NPM-MHS FULL.

Contoh program:
1 IDENTIFICATION DIVISION.
2 PROGRAM-ID. MAHASISWA.
3 AUTHOR. KELOMPOK6.
4 ENVIRONMENT DIVISION.
5 INPUT-OUTPUT SECTION.
6 FILE CONTROL.
7 SELECT FILE-MHS ASSIGN TO DISK.
8 DATA DIVISION.
9 FILE SECTION.
10 FD FILE-MHS
11 LABEL RECORD IS STANDARD
12 VALUE OF FILE-ID IS “MAHASISWA.DAT”.
13 01 RECORD-MHS.
14 02 NPM-MHS PIC 9(8).
15 02 NAMA-MHS PIC X(25).
16 02 PRODI-MHS PIC X(20).
17 02 PASS-MHS PIC X(10).
18 WORKING-STORAGE SECTION.
19 01 BENAR-SALAH PIC X VALUE SPACE.
20 88 BENAR VALUE ‘Y’, ‘y’.
21 88 SALAH VALUE ‘T’,’t’.
22 SCREEN SECTION.
23 01 LAYAR-BETUL-SALAH.
24 06 LINE 20 COLUMN 10 VALUE ‘SUDAH BENAR (Y/T) ?’ HIGHLIGHT.
25 06 COLUMN PLUS 1 PIC X USING BENAR-SALAH.
26 01 LAYAR-ISIAN.
27 05 BLANK SCREEN.
28 05 LINE 8 COLUMN 10 VALUE ‘NPM :’.
29 05 COLUMN PLUS 1 PIC 9(8) TO NPM-MHS FULL.
30 05 LINE 10 COLUMN 10 VALUE ‘NAMA :’.
31 05 COLUMN PLUS 1 PIC X(25) TO NAMA-MHS AUTO.
32 05 LINE 12 COLUMN 10 VALUE ‘PRODI :’.
33 05 COLUMN PLUS 1 PIC X(20) TO PRODI-MHS REQUIRED.
34 05 LINE 14 COLUMN 10 VALUE ‘PASSWORD :’.
35 05 COLUMN PLUS 1 PIC X(10) TO PASS-MHS SECURE.
36 PROCEDURE DIVISION.
37 BUKA-FILE.
38 OPEN OUTPUT FILE-MHS.
39 TAMBAH-BARU.
40 DISPLAY LAYAR-ISIAN.
41 ACCEPT LAYAR-ISIAN.
42 DISPLAY LAYAR-BETUL-SALAH.
43 IF SALAH
44 GO TO TAMBAH-BARU.
45 WRITE RECORD-MHS.
46 CLOSE FILE-MHS.
47 STOP RUN.