Minggu, 05 Mei 2013

Desain dan Struktur Organisasi

Dimensi Desain Organisasi



Menurut Richard L. Daft (1998:15), dimensi desain organisasi terdiri dari 2 tipe yaitu:
1. Dimensi Struktural, yaitu dimensi yang menggambarkan karakteristik internal dari organisasi dan menciptakan suatu dasar untuk mengukur dan membandingkan organisasi. Dimensi struktural terdiri dari:

a. Formalisasi
Formalisasi mengacu pada suatu tingkat yang terhadapnya pekerjaan di dalam organisasi itu dibakukan (Bedelan & Zammuto, 1991:129). Jika suatu pekerjaan sangat diformalkan, maka pelaksana pekerjaan tersebut mempunya tingkat keleluasaan yang minimum mengenai apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana ia harus mengerja kan. Ada 3 macam jenis formalisasi, yaitu: Formalisasi berdasarkan pekerjaan, formalisasi berdasarkan aliran pekerjaan, dan formalisasi berdasarkan peraturan.

b. Spesialisasi
Spesialisasi hakikatnya ialah daripada dilakukan oleh satu individu, lebih baik seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah, dengan tiap langkah diselesaikan oleh seorang individu yang berlainan (Daft, 1998:16). Suatu spesialisasi kerja ikatakan bersifat ekstensif apabila setiap karyawan hanya mengerjakan tugas-tugas tertentu yang sempit wilayahnya. Suatu spesialisasi dikatakan rendah apabila karyawan mengerjakan tugas-tugas yang mempunyai batasan yang luas. Ada 2 (dua) tipe spesialisasi, yaitu:
1. Spesialisasi horisontal
Spesialisasi horisontal ini menunjuk pada ruang lingkup suatu pekerjaan, atau pada tingkat mana seorang karyawan melakukan suatu pekerjaan yang lengkap. Semakin kecil bagian suatu karyawan terhadap suatu pekerjaan secara keseluruhan, maka semakin horizontal tingkat spesialisasi pada pekerjaan tersebut.
2. Spesialisasi vertikal
Spesialisasi vertikal menunjuk pada tingkat kontrol yang dimiliki oleh seorang karyawan terhadap suatu pekerjaan. Semakin banyak keputusan yang dibuat oleh seorang karyawan, mengenai bagaimana dan kapan harus melakukan suatu tugas, dan semakin terbatas perilaku karyawan untuk melakukan tugas tersebut diatur oleh peraturan, prosedur, pengawasan ataupun teknologi, semakin rendah tingkat spesialisasi vertikalnya.

c. Standarisasi
Standarisasi menunjuk pada prosedur yang di desain untuk membuat aktivitas organisasi menjadi teratur, dan hal ini secara otomatis akan memfasilitasi adanya koordinasi (Jackson & Morgan, 1978:92).

d. Hierarki Otoritas.
Otoritas merupakan bentuk dari kekuasaan yang ada pada suatu posisi atau kantor (Robbins, 2003:429). Ketika hak untuk mengatur bawahan termasuk dalam otoritas seseorang, maka otoritas tersebut memberikan hak untuk membatasi pilihan dan perbuatan yang dilakukan oleh bawahan. Hirarki berhubungan dengan “span of control”, yaitu jumlah karyawan yang melapor pada seorang supervisor. Ketika span of control ini sempit, hirarki otoritasnya cenderung tinggi, ketika span of control ini lebar, hirarki otoritasnya akan lebih pendek.

e. Kompleksitas
Kompleksitas menunjuk pada jumlah aktivitas maupun subsistem pada organisasi. Kompleksitas bisa diukur melalui 3 (tiga) diferensiasi yaitu vertikal, horizontal dan spatial.
1. Diferensiasi vertikal. Semakin banyak tingkatan yang ada antara manajemen puncak
dengan bagian operasional, organisasi tersebut semakin kompleks.
2. Diferensiasi horisontal adalah jumlah jenis pekerjaan satu departemen yang ada pada organisasi. Semakin banyak jumlah pekerjaan yang ada pada suatu organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian khusus, semakin tinggi kompleksitas horisontal pada organisasi tersebut.
3. Diferensiasi spasial adalah jumlah daerah dari keberadaan organisasi secara fisik.Dengan meningkatnya diferensiasi spasial ini maka semakin tinggi pula kompleksitasnya.

f. Sentralisasi

Istilah sentralisasi mengacu pada sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada suatu titik tunggal dalam organisasi. Dikatakan bahwa ketika manajemen puncak membuat keputusan-keputusan kunci dalam organisasi dengan masukan yang terbatas dari karyawan yang berada di bawahnya, maka organisasi tersebut memiliki tingkat sentralisasi tinggi. Sebaliknya, semakin banyak karyawan yang berada di bawah manajemen puncak memberikan masukan bagi pengambilan keputusan, maka dikatakan bahwa organisasi lebih terdesentralisasi.Pada perusahaan yang memiliki karakter sentralisasi tinggi akan mempunyai struktur yang berbeda dengan perusahaan yang terdesentralisasi.
 
g. Profesionalisme
Profesionalisme adalah level dari pendidikan formal dan training yang harus dimiliki dan diikuti oleh karyawan. Profesionalisme dianggap tinggi apabila karyawan harus mengikuti training dalam jangka waktu yang lama untuk memegang suatu pekerjaan atau jabatan pada perusahaan.

h. Personnel ratio.
Personel ratio menunjuk pada jumlah karyawan pada suatu fungsi atau departemen tertentu.

2. Dimensi Kontekstual, yaitu dimensi yang menggambarkan keseluruhan dari suatu organisasi. Dimensi ini memperlihatkan susunan organisasi yang mempengaruhi dan membentuk suatu dimensi struktural organisasi, yang terdiri dari:
a. Ukuran. Ukuran adalah besarnya suatu organisasi yang terlihat dari jumlah orang dalam organisasi tersebut.
b. Teknologi Organisasi. Teknologi organisasi adalah dasar dari subsistem produksi, termasuk teknik dan cara yang digunakan untuk mengubah input organisasi menjadi output.
c. Lingkungan. Lingkungan mencakup seluruh elemen di luar lingkup organisasi. Elemen kunci mencakup industri, pemerintah, pelanggan, pemasok dan komunitas finansial.

Departementalisasi : cara organisasi secara khas mengkoordiinasikan aktivitas yang telah dideferensiasi secara horizontal. Misal : Berdasarkan fungsi; geografis;produk; proses
1.Diffrensiasi vertical,  merujuk pada kedalaman struktur
Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control)
2.Diferensiasi Spasial,  tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis.

 Model Desain Organisasi

1. Model organisasi mekanistik : Yaitu model yang menekankan pentingnya mencapai produksi dan efisiensi tingkat tinggi. Henry Fayol mengajukan sejumlah prinsip yang berkaitan dengan fungi pimpinan untuk mengorganisasi dan empat diantaranya berhubungan dengan pemahaman model mekanistik yaitu:
  • Prinsip Spesialisasi yaitu merupakan sarana terbaik untuk mendayagunakan tenaga individu dan kelompok.
  • Prinsip Kesatuan Arah yaitu semua pekerjaan harus dikelompokkan berdasarkan keahlian.
  • Prinsip Wewenang dan Tanggung jawab yaitu manager harus mendapat pendelegasian wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
  • Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari pelaksanaan ketiga prinsip sebelumnya adalah rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi.
2.  Model Organik : Yaitu menekankan pada pentingnya mencapai keadaptasian dan perkembangan tingkat tinggi. Desain organisasi ini kurang mengandalkan peraturan dan prosedur, wewenang yang disentralisasikan atau spesialisas yang tinggi.
Model organik desain organisasi merupakan kontars dari model mekanistik. Karakteristik dan praktek organisasi yang mendasari model organik sama sekali berbeda dari karakteristik dan praktek yang mendasari model mekanistik. Perbedaan yang paling mencolok antara kedua model itu berasal dari criteria keefektifan yang berbeda yang ingin diusahakan sebesar-besarnya oleh masing-masing model. Jika model mekanistik berusaha untuk mencapai efisiensi dan produksi secara maksimum, maka model organik berusaha untuk mencapai keluwesan dan keadaptasian yang maksimum. Organisasi organik bersifat luwes dan dapat beradaptasi dengan tuntutan perubahan lingkungan karena desain organisasinya mendorong untuk lebih mendayagunakan potensi manusia.

keputusan Manajerial


keputusan manajerial yaitu:
  1. Keputusan terprogram (programmed decision)
    Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan keputusan untuk diterapkan di masa depan. Misalnya keputusan untuk memesan persediaan ketika persediaan berada pada level tertentu.
         2.   Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)
Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis, karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks.

Kepastian , resiko, ketidakpastian dan ambiguitas Kepastian (certainly)Ø Terjadi jika ionformasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan tersedia dengan lengkap. Para manager memiliki informasi mengenai kondisi biaya operasi, biaya, batasan-batasan sumber daya, dari masing-masing tindakan serta kemungkinan perolehan hasil yang akan diperoleh Ø Resiko (risk) Terjadi apabila sebuah keputusan memiliki sasaran yang jelas dan didasarkan pada informasi yang baik, namun konsekuensi masa depan dari masing-masing alternative keputusan tidak pasti.
 Analisis statistic dapat digunakan untuk mengalkulasi kemungkinan keberhasilan atau kegagalan. Ukuran resiko dapat mengidentifikasikan kemungkinan kegagalan suatu alternative dimasa depan.Ø Ketidakpastian (uncertainly) Berarti manajer mengetahui sasaran mana yang ingin diraih tetapi informasi mengenai alternative dan kejadian masa depan tidak lengkap. Manajer tidak memiliki informasi yang cukup jelas mengenai berbagai alternative atau untuk mengestimasi resikonya.

Factor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan seperti harga, biaya produksi, volume atau tingkat suku bunga. Masa depan sulit di analisis dan diprediksi.Ø Ambiguitas (ambiquity) Ambiguitas selama ini dianggap sebagai situasi keputusan tersulit yang harus dilakukan. Ambiguitas memiliki arti bahwa sasaran-sasaran yang harus diraih/masalah yang harus dilakukan tidak  jelas.

Senin, 29 April 2013

Tugas Sistem Operasi


1. Tiga tujuan utama dari Sistem Operasi
1.    Untuk user : untuk dapat melakukan interaksi dengan komponen komputer melalui sistem operasi.
2.   Untuk seleksi dari berbagai macam sistem operasi dari setiap instalansi komputer.
3.   Untuk penggunaan aplikasi tertentu,sistem operasi dapat menyesuaikan dengan kebutuha kita.

2.  Keuntungan dari Multiprogramming
-      Multiprogramming yang dibuat uuntuk meningkatkan kemampuan.
-      Dapat mengerjakan tuugas sekaligus yang disimpan dalam memori dalam satu waktu, CPU digunakan secara bergantian sehingga menambah uutilitas CPU dan mengurangi total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
-      Memperboleh banyak pengguna untuk menggunakan komputer secara interaktif pada saat yang bersamaan (time-shared).

3. Kendala-kendala yang harus diatasi oleh programmer dalam menulis sistem operasi untuk lingkungan waktu nyata :
-      SECONDARY STORAGE sangat terbatas.
-      Terjadinya PAGE FAULTS tambahan selama eksekusi.
-      Sistem yang mengaharuskan suatu komputasi selesai dalam jangka waktu tertentu.
-      Kemampuan untuk operasi,response dalam batas waktu tertentu.
-      Digunakan sebagai CONTROL DEVICE untuk aplikasi khusus.

 4. Perbedaan antara SYMMETRIC dan ASYMMETRIC MULTIPROCESSING :
-      Pada SYMMETRIC MULTIPROCESSING tiap processor mempunyai sistem operasi yang sama dan dapat melakukan komunikasi antar processor,sedangkan
-      ASYMMETRIC MULTI PROCESSING satu processor berfunfsi sebagai master processor yang bertugas mengatur penjadwalan dan mengalokasikan kerja tiap processor dan processor lain berfungsi sebagai SLAVE.

Keuntungan Sistem Multiprosessor :
-      Peningkatan Troughput karena lebih banyak proses/thread yang dapat dijalankan sekaligus.
-      ECONOMY OF SCALE : Ekonomis dalam peralatan yang dibagi bersama.

Kerugian Sistem Multiprosessor :
-      Harga mahal.

5. Perbedaan antara TRAP dan INTERRUPT
-      Trap adalah Interupsi karena terjadinya kesalahan atau kondisi kekecualian yang dihaislkan proses yang running seperti usaha ilegal dalam mengakses file. Dengan adanya Trap, sistem operasi menentukan apakah kesalahan yang dibuat merupakan kesalahn fatal.
>>Jika fatal, Proses yang saat itu running disingkirkan dan terjadi alih proses.
>>Jika kesalahan tidak fatal bergantung sifat kesalahan dan rancangan sistem operasi kemungkinan yang dilakukan adalah menjalankan prosedur pemulihan atau memperingkatkan pemakai.
-      INTERUPSI adalah Suatu permintaan khusus pada mikroprossesor untuk melakukan suatu bila terjadi interupsi, maka komputer akan menghentikan dahulu apa yang sedang dikerjakannya dan melakukan apa yang diminta oleh yang menginterupsi.

6. Untuk jenis operasi apakah DMA itu berguna? Jelaskan jawabannya!
Operasi penanganan I/O dimana Device Controller langsung berhubungan dengan memori tanpa campur tangan CPU.
DMA digunakan untuk perangkat I/O untuk kecepatan tinggi hanya terdapat saat interupsi setiap blok.

>>Interrupt hanya terjadi setiap blok bukan tiap word atau byte data. Seluruh proses DMA dikendalikan oleh sebuah controller bernama DMA controller (DMAC). DMA controller mengirimkan atau menerima signal dari memori dan I/O device.

>>Interrupt pada prosesor hanya terjadi saat proses transfer selesai. Hak terhadap pengguna bus memory yang diperlukan DMA controller didapatkan dengan bantuan bus arbiter yang dalam PC sekarang berupa Chipset Northbridge.

7. Dua kegunaan dari Memory CACHE :
-      Tempat penyimpanan sementara (Volatile) sejumlah kecil data.
-      Meningkatkan kecepatan pengambilan atau penyimpanan data dari memori oleh prosessor berkecepatan tinggi.

vMasalah yang dipecahkan :
-      Kecepatan pengambilan atau penyimpanan data dimemori oleh CPU meningkat, karena tidak perlu mencari di disk fisik.

  Masalah yang muncul:
-      Tidak dapat menyimpan data dalam jumlah besar (karena Cache berdaya tampung lebih kecil).

8. Lima kegiatan utama dari Sistem Operasi yang berhubungan dengan Management Proses :
1.    Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
2.   Menunda atau melanjutkan proses.
3.   Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronikasi.
4.   Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
5.   Menyediakan mekanisme untuk proses penanganan Deadlock.

9. Tiga kegiatan uutama dari Sistem Operasi yang berhubungan dengan Management Memori :
1.    Menjaga track dari memori yang sedand digunakan dan siapa yang menggunakannya.
2.   Memilih program yang akan di-Load ke memori.
3.   Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.

10.    Tiga kegiatan utama dari Sistem Operasi yang berhubungan dengan Management Secondary-Storage
1.    Menyimpan data bersifat sementara.
2.   Memindahkan data dari satu tempat ke tempat lain.
3.   Alternatif pengganti memori (Virtual Memori).

11.          Lima kegiatan utama dari sistem operasi yang berhubungan dengan Management Berkas :
1.    Pembuatan dan penghapusan berkas.
2.   Pembuatan dan penghapusan direktori.
3.   Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
4.   Memetakan berkas ke Secondary Storage.
5.   Mem-backup ke media penyimpanan yang permanaen (Non-Volatile).

 12.  Perbedaan antara dua model Komunikasi :
    - Model Komunikasi Satu Arah (One Step Flow Model)
        Model Komunikasi satu tahap menyatakan bahwa saluram media Massa berkomunikasi langsung dengan massa komunikan tanpa berlalunya suatu pesan melalui orang lain, tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada setiap komunikan.
        
 Model satu tahap ini mengakui, bahwa :
-      Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat.
-      Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, dan penahanan dalam ingatan yang selektif mempengaruhi suatu pesan.
-      Untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda, selanjutnya model satu tahap memberikan keluasan kepada saluran komunikasi massa untuk umemancarkan efek komunikasi secara langsung
 
Model Komunikasi Dua Tahap (Two Step Flow Model)
         Konsep Komunikasi dua tahap ini berasal dari Lazarsfeld, Berelson, dan Gaudet (1948) mereka melakukan suatu penelitian tentang komunikasi, dan hasil dari penelitian tersebut memberi anggapan bahwa ide-ide sering kali datang dari radio dan suara kabar yang ditangkap oleh pemika pendapat.
-      Model komunikasi dua tahap ini dalam prosesnya berlangsung dua tahap yaitu :
1.    Tahap Satu : dari media massa kepada orang-orang tertentu diantara pemuka pendapat yang bertindak yang selaku gate keepers. Dari sini pesan-pesan media massa dsampaikan kepada anggota-anggota pemuka pendapat yang lain sebagai tahap 2.
2.   Tahap Dua : Sehingga pesan-pesan media akhirnya mencapai seluruh penduduk.