Minggu, 09 Juni 2013

Presentasi Agama Islam




ISLAM DAN TASAWUF

Pengertian dan Tujuan Tasawuf

P
engertian tasawuf yang di dalam bahasa asing disebut mystic atau sufism, berasal dari kata suf yakni wol kasar yang dipakai oleh seorang muslim yang berusaha dengan berbagai upaya yang telah ditentukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang melakukan upaya demikian disebut sufi dan ilmu yang menjelaskan upaya-upaya serta tingkatan-tingkatan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dimaksud dinamakan ilmu tasawuf.

Ilmu tasawuf adalah ilmu yang menjelaskan tata cara pengembangan rohani manusia dalam rangka usaha mencari dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan pengembangan rohani, kaum sufi ingin menyelami makna syari’ah secara lebih mendalam dalam rangka menemukan hakekat agama dan ajaran agama Islam. Bagi kaum sufi yang mementingkan syari’ah dan hakikat sekaligus, shalat misalnya, tidaklah hanya sekedar pengucapan sejumlah kata dalam gerakan tertentu, tetapi merupakan dialog spiritual antara manusia dengan Tuhan.

Ada 5 (lima) aliran tasawuf, yakni:

1.     Qadiriyah, aliran ini memuliakan pendirinya Abdul Qadir al- Jailani (116 M). Menurut para pengikutnya, Abdul Qadir al-Jailani adalah orang suci. Kini yang menjadi pemimpin tarikat Qadiriyah adalah juru kunci kuburan Abdul Qadir al-Jailani di Baghdad. Aliran ini berpengaruh di Afrika Utara, Asia Kecil, Pakistan, India, Malaysia dan Indonesia.

2.     Rifa’iyah, aliran ini didirikan oleh Muhammad ar-Rifa’i (1183 M). Tarikat Rifa’i terkenal dengan amalannya berupa penyiksaan diri dengan melukai bagian-bagian badan dengan senjata tajam diiringi dengan dzikir-dzikir tertentu.

3.     Sammaniyah, aliran ini didirikan oleh Syeikh Muhammad Samman. Riwayat hidup pendiri tarekat ini sangat terkenal dahuli di Jakarta. Cara mencapai tujuan akhir diantaranya adalah berdzikir dengan suara lantang.

4.     Syattariyah, aliran ini didirikan oleh Abdullah as-Syattari (1417 M). Aliran ini percaya pada ajaran kejawen mengenai tujuh tingkat keadaan Allah SWT. yang disebut dalam ilmu hakikat. Nabi Muhammad SAW. dilambangkan oleh aliran ini sebagai manusia sempurna (insan kamil) yang memantulkan kekuatan Illahi seperti cermin memantulkan cahaya. Pada aliran ini juga terdapat kepercayaan bahwa semua manusia mempunyai bakat untuk menjadi manusia sempurna dan harus berusaha untuk mencapai kesempurnaan itu. Dalam hubungan ini terdapat pandangan tentang hubungan manusia dengan Allah SWT. seperti seorang pelayan dengan majikannya.

5.     Naqsyabandiyah, aliran ini didirikan oleh Muhammad an- Naqsyabandi (1388 M). Aliran ini menyelenggarakan dzikir tertutup atau dzikir diam yakni menyebut nama Allah SWT. dengan berdiam diri.

Sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kedua sumber agama Islam itu penuh dengan nilai dan norma yang menjadi ukuran sikap dan perbuatan manusia apakah baik atau buruk, benar atau salah. Isi Al-Qur’an dan Al-Hadits penuh dengan akhlak Islami yang perlu diteladani dan dilaksanakan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari setiap muslim dan muslimat. Islam sebagai agama dan ajaran mempunyai sistem sendiri yang bagian-bagiannya saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Intinya adalah tauhid, yang berkembang melalui aqidah, dari aqidah mengalir syari’ah dan akhlak Islam.

Pandangan Ummat Islam Terhadap Tasawuf

Mengenai asal-usul perkataan tasawuf para ahli berbeda pendapat. Di antara pendapat yang banyak itu, ada satu pendapat yang sering ditulis dalam buku-buku mengenai tasawuf di Indonesia. Pendapat itu mengatakan tasawuf berasal dari kata suf artinya bulu domba kasar. Disebut demikian karena orang-orang yang memakai pakaian itu disebut orang-orang sufi atau mutasawwif, hidup dalam kemiskinan dan kesederhanaan. Mereka memakai pakaian yang terbuat dari bulu binatang sebagai lambang kemiskinan dan kesederhanaan, berlawanan dengan pakaian yang terbuat dari sutera yang biasa dipakai oleh orang-orang kaya. Banyak juga definisi yang diberikan untuk merumuskan makna yang dikandung oleh perkataan tasawuf.

Menurut at-Taftazani, tasawuf mempunyai 5 (lima) ciri, yaitu :

1.     Memiliki nilai-nilai moral.
2.     Pemenuhan fana (sirna, lenyap) dalam realitas mutlak.
3.     Pengetahuan intuitif (berdasarkan bisikan hati) langsung.
4.     Timbulnya rasa kebahagiaan sebagai karunia Allah SWT. dalam diri sufi karena tercapainya maqamat (beberapa tingkatan perhentian) dalam perjalanan sufi menuju (mendekati) Tuhan.
5.     Penggunaan lambang-lambang pengungkapan (perasaan) yang biasanya mengandung pengertian harfiah dan tersirat.
(Ensiklopedi Islam, 1933: 73 – 75)

Tasawuf juga berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits, dapat dilihat ayat-ayat dan hadits-hadits yang menggambarkan dekatnya manusia dengan Allah SWT.
Diantaranya adalah sebagai berikut :




1.     QS. Al-Baqarah ayat 115 artinya :
“Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

2.     QS. Qaf ayat 16 artinya :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”.

3.     Hadits Riwayat Imam Bukhari, artinya :
“Barang siapa memusuhi seseorang wali-Ku (wali Allah SWT. adalah orang yang dekat dengan-Nya), maka aku mengumumkan permusuhan-Ku terhadapnya. Tidak ada sesuatu yang mendekatkan hamba-Ku kepada-Ku yang lebih Kusukai dari pengalaman segala yang Kuwajibkan atasnya. Kemudian, hamba-Ku yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan melaksanakan amal-amal sunnah, maka Aku senantiasa mencintainya. Bila Aku telah cinta kepadanya, Akulah pendengarnya dengan ia mendengar, Aku penglihatannya dengannya ia melihat, Aku tangannya dengannya ia memukul, dan Aku kakinya dengan itu ia berjalan. Bila ia memohon kepada-Ku,Aku perkenankan permohonannya, jika ia meminta perlindungan, Kulindungi ia”.

Sejak muncul paham widhatul wujud, tasawuf pecah menjadi dua aliran, yaitu aliran pertama, aliran tasawuf yang didasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sedangkan aliran yang kedua, aliran fana yang disebut sebagai tasawuf falsafi, disebut demikian karena teori-teori yang dikemukakannya banyak mengandung unsur-unsur filsafat (Ensiklopedi Islam, 1992: 76 -77, 158 – 160).

Stasiun-Stasiun dalam Tasawuf untuk Mengakrabkan Diri dengan Allah SWT.

Ada empat macam tahapan yang harus dilalui oleh seorang hamba yang menekuni ajaran tasawuf untuk mencapai suatu tujuan yang disebut sebagai As-Sa’adah” menurut Imam Al-Ghazali dan Insanul Kamil” menurut Muhyiddin bin ‘Arabiy, diantaranya sebagai berikut :

1.     Syari’at, adalah hukum-hukum yang telah diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah ditetapkan oleh ulama melalui sumber nash Al-Qur’an maupun Al-Hadits atau dengan cara istimbat yaitu hukum-hukum yang telah diterangkan dalam ilmu Tauhid, Fiqh dan Tasawuf. Isi syari’at mencakup segala macam perintah dan larangan dari Allah SWT. Perintah-perintah itu disebut sebagai istilah ma’ruf yang meliputi perbuatan yang hukumnya wajib atau fardhu,sunnah,mubah atau membolehkan. Sedangkan larangan-larangan dari Allah SWT. disebut dengan munkar yang meliputi perbuatan yang hukumnya haram dan makruh. Baik yang ma’ruf maupun munkar sudah ada petunjuknya dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

2.     Tarekat, adalah pengamalan syari’at, melaksanakan beban ibadah dengan tekun dan menjauhkan dari sikap mempermudah ibadah yang sebenarnya memang tidak boleh dipermudah (diremehkan). Kata tarekat dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi amaliah ibadah dan dari sisi organisasi (perkumpulan). Sisi amaliah ibadah merupakan latihan kejiwaan, baik yang dilakukan oleh seorang atau secara bersama-sama, dengan melalui dan mentaati aturan tertentu untuk mencapai tingkatan kerohanian yang disebut maqamat atau al-ahwal, yang mana latihan ini diadakan secara berkala yang juga dikenal dengan istilah suluk. Sedangkan dari sisi organisasi maka tarekat berarti sekumpulan salik (orang yang melakukan suluk) yang sedang menjalani latihan kerohanian tertentu yang bertujuan untuk mencapai tingkat atau maqam tertentu yang dibimbing dan dituntun oleh seorang guru yang disebut mursyid.
Adapun tingkatan maqam tarekat tersebut antara lain menurut Abu Nashr As-Sarraj adalah sebagai berilut :

a.     Tingkatan Taubah
b.     Tingkatan Wara’
c.      Tingkatan Az-Zuhd
d.     Tingkatan Al-Faqru
e.      Tingkatan Al-Shabru
f.       Tingkatan At-Tawakkal
g.     Tingkatan Ar-Ridha

3.     Hakikat, adalah suasana kejiwaan seorang salik (sufi) ketika ia mencapai suatu tujuan tertentu sehingga ia dapat menyaksikan tanda-tanda ketuhanan dengan mata hatinya. Hakikat yang didapatkan oleh seorang sufi setelah lama menempuh tarekat dengan melakukan suluk, menjadikan dirinya yakin terhadap apa yang dialami dan dihadapinya. Karena itu seorang sufi sering mengalami tiga macam tingkatan keyakinan, yaitu :

a.     ‘Ainul Yaqin, yaitu tingkatan keyakinan yang ditimbulkan oleh pengamatan indera terhadap alam semesta, sehingga menimbulkan keyakinan tentang kebenaran Allah SWT. sebagai penciptanya.

b.     ‘Immul Yaqin, yaitu tingkatan keyakinan yang ditimbulkan oleh analisis pemikiran ketika melihat kebesaran Allah SWT. pada alam semesta ini.

c.      ‘Haqqul Yaqin, yaitu tingkatan keyakinan yang didominasi oleh hati nurani sufi tanpa melalui ciptaan-Nya, sehingga ucapan dan tingkah lakunya mengandung nilai ibadah kepada Allah SWT.

d.     Maka kebenaran Allah SWT. langsung disaksikan oleh hati, tanpa bisa diragukan oleh keputusan akal.
Pengalaman batin yang sering dialami oleh seorang sufi melukiskan bahwa betapa erat kaitan antara hakikat dengan ma’rifat, di mana hakikat itu merupakan tujuan awal tasawuf, sedangkan ma’rifat merupakan tujuan akhirnya.

4.     Ma’rifat, adalah hadirnya kebenaran Allah SWT. pada seseorang sufi dalam keadaan hatinya selalu berhubungan dengan nur Ilahi. Ma’rifat membuat ketenangan dalam hati, sebagaimana ilmu pengetahuan membuat ketenangan dalam akal pikiran. Barang siapa meningkatkan ma’rifatnya, maka meningkat pula ketenangan hatinya.
Akan tetapi tidak semua sufi dapat mencapai pada tingkatan ini, karena itu sesorang yang sudah sampai pada tingkatan ma’rifat ini memiliki tanda-tanda tertentu, antara lain :

a.     Selalu memancar cahaya ma’rifat padanya dalam segala sikap dan perilakunya. Karena itu sikapwara’ selalu ada pada dirinya.
b.     Tidak menjadikan keputusan pada suatu yang berdasarkan fakta yang bersifat nyata, karena hal-hal yang nyata menurut ajaran tasawuf belumtentu benar.
c.      Tidak menginginkan nikmat Allah SWT. yang banyak baut dirinya, karena hal itu bisa membawanya pada hal yang haram.

Dari sinilah kita dapat melihat bahwa seseorang sufi tidak menginginkan kemewahan dalam hidupnya, kiranya kebutuhan duniawi sekedar untuk menunjang ibadahnya, dan tingkatan ma’rifat yang dimiliki cukup menjadikan ia bahagia dalam hidupnya karena merasa selalu bersama-sama dengan Tuhannya.


Sistem Informasi Manajemen



     1. Jenis – jenis Database, Sebutkan dan Jelaskan !
Jawab :
a   a. Operational database : Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject- area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.

    b. Analytical database : Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.

c   c. Data warehouse : Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi.

i   d. Distributed database : Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.

n   e. End-user database : Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.

f   f. External database : Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.

g   g. Hypermedia databases on the web : Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.

    h. Navigational database : Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.

i.     i. In-memory databases : Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi.

j   j. Document-oriented databases : Merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.

k. Real-time databases Real-time : Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus- menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu.

l   l. Relational Database : Database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

   2.  Apa yang dimaksud dengan software ERP, IAI, tujuan dan fungsinya ?
Jawab :
>> Software ERP (Enterprise Resource Planning) adalah : Suatu kelompok modul perangkat lunak yang mendukung aktivitas bisnis yang terlibat dalam proses / kegiatan perkantoran (back office) yang penting.

>> Fungsi Software ERP : Untuk integrasi informasi manajement dengan
                                      dengan mengontrol arus informasi di seluruh
                                      organisasi, biasanya pelaksanaannya melibatkan
                                      database perusahaan dan & koleksi modul.

>> Tujuan Software ERP :
a.    Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis.
b.    Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise.
c.    Menghasilkan informasi yang real-time.
d.    Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan
Perencanaan.

>> Software EAI (Enterprise Aplication Integration) adalah : Proses
    Prose program aplikasi komputer perusahaan untuk meningkatkan
Fungsionalitas dan kinerja.
               
 >> Tujuan Software EAI :
-      Dapat menghubungkan database,berbagi data dan menyediakan database cadangan dalam suatu masalah yang timbul.
-      Dapat menyediakan data penyimpanan, dan menyalurkan data dari beberapa database.
                
 >> Fungsi Software EAI :
-      Membantu mengontrol aktivitas bisnis.
-      Meningkatkan fungsionalitas dan kinerja pada database.

   3. Apa yang dimaksud dengan Interprise Colaboration System, fungsi dan tujuannya !
Jawab :
>> Enterprise Colaboration System adalah : Sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan dibidang manufaktur yang digunakan untuk mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek oprasi dan produksi.

>> Fungsi Enterprise Colaboration System :
   Membantu mengontrol aktivitas bisnis dalam database.

>> Tujuan Enterprise Colaboration System :
    Untuk memberikan setiap pengguna dengan alat untuk komunitas
    mengelola, dokumen dan informasi lain yang individu perlu mengelola
    tugas – tugas mereka sendiri secara efesien didepartemen mereka.